Minggu, 18 Mei 2025

Petrus Mempertanggungjawabkan Tindakannya, Perintah Baru Kasih

 Petrus Mempertanggungjawabkan Tindakannya, Perintah Baru Kasih

Kisah Para Rasul 11:1-18; Yohanes 13:31-35 

Hai teman-teman yang jujur! Pernah nggak sih kalian ngelakuin sesuatu yang menurut kalian benar dan didasari niat baik, tapi ternyata malah bikin orang lain bingung atau bahkan nggak setuju? Terus kalian harus menjelaskan, "Kenapa sih kamu ngelakuin itu?" Nggak gampang kan harus mempertanggungjawabkan tindakan kita, apalagi kalau yang nanya banyak dan punya pandangan beda. Pagi ini, kita mau belajar dari pengalaman Rasul Petrus di Kisah Para Rasul 11:1-18 dan juga dari perintah baru kasih Yesus di Yohanes 13:31-35, gimana keduanya saling berkaitan dalam hidup seorang murid Kristus.

Di Kisah Para Rasul 11, diceritakan waktu Petrus balik ke Yerusalem, dia langsung diprotes sama orang-orang percaya dari kalangan Yahudi. Kenapa? Karena mereka dengar Petrus masuk ke rumah orang bukan Yahudi (namanya Kornelius dan keluarganya) dan makan bareng mereka, bahkan membaptis mereka! Buat orang Yahudi waktu itu, ini pelanggaran besar terhadap tradisi. Mereka nuntut penjelasan dari Petrus. Di ayat 4-17, Petrus dengan tenang ngejelasin apa yang terjadi: dia cerita soal penglihatannya dari Tuhan yang menyuruhnya nggak menganggap najis apa yang udah disucikan Tuhan, dan gimana Roh Kudus sendiri yang turun ke atas Kornelius dan keluarganya, sama seperti Roh Kudus turun ke atas para murid di awal. Petrus mempertanggungjawabkan tindakannya dengan bersaksi tentang pekerjaan Tuhan.

Nah, coba kita lihat perintah baru Yesus di Yohanes 13:34-35, "Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi." Perintah "saling mengasihi seperti Yesus mengasihi" ini bukan kasih biasa. Ini kasih yang radikal, yang mau menerima, mengampuni, dan merangkul siapa saja, tanpa pandang bulu. Kasih inilah yang jadi tanda pengenal murid Kristus.

Teman-teman, tindakan Petrus yang mau bergaul dan menerima orang bukan Yahudi (yang dianggap "najis" menurut tradisi) itu sebenarnya adalah wujud nyata dari perintah baru kasih yang Yesus ajarkan. Tuhan lagi memperluas pemahaman Petrus dan gereja mula-mula bahwa kasih dan keselamatan dari Yesus itu bukan cuma buat suku bangsa tertentu, tapi untuk semua orang. Dan waktu Petrus dipertanyakan, dia nggak marah atau ngeles, tapi dia berani mempertanggungjawabkan tindakannya yang didasari ketaatan pada penglihatan Tuhan dan pengalaman Roh Kudus. Dia menjelaskan bahwa tindakannya itu bukan karena kemauan sendiri, tapi karena tuntunan Tuhan yang mau memperluas kasih-Nya. Sebagai remaja pengikut Kristus, kita juga dipanggil buat mengasihi seperti Yesus, yaitu kasih yang inklusif dan nggak pilih-pilih teman. Kadang, mengasihi teman yang "beda", yang nggak populer, atau yang sering dijauhi bisa bikin kita dipertanyakan sama teman-teman lain. Tapi, mari kita berani hidup dengan kasih yang radikal itu, dan siap juga untuk dengan rendah hati dan bijak mempertanggungjawabkan tindakan kita yang didorong oleh kasih Kristus. Biarkan kasih kita jadi tanda pengenal kita sebagai murid Yesus di manapun kita berada. JRSS


Doa: Tuhan, mampukan kami mengasihi tanpa pilih kasih seperti Engkau mengasihi, dan berilah kami keberanian serta hikmat untuk mempertanggungjawabkan kasih itu dalam hidup kami. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Paulus Berkhotbah di Antiokhia Pisidia, Kasihilah Seorang akan yang Lain

Paulus Berkhotbah di Antiokhia Pisidia, Kasihilah Seorang akan yang Lain Kisah Para Rasul 13:13-43; Yohanes 15:9-17 Hai teman-teman yang ber...