Jumat, 23 Mei 2025

Paulus Berkhotbah di Antiokhia Pisidia, Kasihilah Seorang akan yang Lain

Paulus Berkhotbah di Antiokhia Pisidia, Kasihilah Seorang akan yang Lain

Kisah Para Rasul 13:13-43; Yohanes 15:9-17

Hai teman-teman yang bersemangat! Pernah nggak sih kalian dengerin seseorang bicara, terus perkataannya itu kuat banget, penuh keyakinan, dan bikin kamu jadi pengen tahu lebih banyak atau bahkan mengubah cara pandangmu? Pasti ada ya. Kadang itu bisa karena pesannya bagus, tapi juga karena yang ngomong itu memang orang yang punya pengaruh atau karisma. Pagi ini kita mau lihat dari Kisah Para Rasul 13:13-43, gimana Paulus Berkhotbah di Antiokhia Pisidia dengan penuh kuasa, dan kita akan menghubungkannya dengan apa yang Yesus ajarkan tentang Pokok Anggur dan Ranting, serta Kasihilah Seorang akan yang Lain di Yohanes 15:9-17.

Di Kisah Para Rasul 13, Paulus dan Barnabas tiba di Antiokhia Pisidia dan masuk ke rumah ibadat (sinagoge). Paulus diberi kesempatan untuk bicara, dan dia menyampaikan khotbah yang panjang dan powerful. Inti khotbahnya adalah tentang sejarah Israel, kedatangan Yohanes Pembaptis, penolakan dan kematian Yesus, dan berita paling penting: kebangkitan Yesus dan bahwa melalui Dia ada pengampunan dosa dan pembenaran yang nggak bisa didapat dari hukum Musa (ayat 38-39). Hasil dari khotbah Paulus ini luar biasa! Banyak orang Yahudi dan orang bukan Yahudi yang tertarik dan minta dia berkhotbah lagi minggu depannya (ayat 42-43). Ini adalah contoh buah yang dihasilkan dari pemberitaan Injil!

Terus, apa hubungannya sama Pokok Anggur dan Ranting serta Kasihilah Seorang akan yang Lain di Yohanes 15? Nah, ingat pelajaran sebelumnya, kita (ranting) nggak bisa berbuah kalau nggak tinggal di dalam Yesus (Pokok Anggur) (Yohanes 15:4-5). Tinggal di dalam Yesus itu termasuk tinggal dalam kasih-Nya (ayat 9). Dan gimana caranya kita tahu kita tinggal dalam kasih-Nya? Yaitu kalau kita menuruti perintah-perintah-Nya (ayat 10). Perintah utama Yesus di bagian ini (dan diulang beberapa kali) adalah: "Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kamu." (ayat 12, lihat juga ayat 17). Jadi, tinggal dalam kasih Yesus itu nyambung erat sama mengasihi sesama, dan keduanya adalah bukti kita terhubung sama Yesus dan akan menghasilkan buah.

Teman-teman, Paulus Berkhotbah di Antiokhia Pisidia dengan powerful dan khotbahnya itu berbuah (banyak orang tertarik dan percaya) karena Paulus adalah "ranting" yang tinggal di dalam Yesus, Sang Pokok Anggur. Kehidupannya diwarnai oleh tinggal dalam kasih Yesus, yang diwujudkan dalam ketaatannya pada perintah-perintah Tuhan dan kasihnya pada jiwa-jiwa yang terhilang. Kasih itulah yang mendorong dia pergi misi, berani berkhotbah, dan menyampaikan kebenaran dengan penuh semangat. Pemberitaan Injil itu sendiri adalah wujud dari kasih Tuhan yang ingin menyelamatkan, dan itu disampaikan melalui hamba-hamba-Nya yang hidup dalam kasih dan ketaatan, yaitu yang tinggal dalam kasih-Nya.

Jadi, kalau kita mau hidup kita berbuah bagi Tuhan, entah itu dengan jadi teladan, berbagi iman, atau melayani di gereja dan komunitas, kuncinya adalah tinggal di dalam Yesus, Sang Pokok Anggur. Dan cara kita tinggal di dalam Dia itu ditunjukkan dengan tinggal dalam kasih-Nya, yaitu dengan sungguh-sungguh mengasihi Dia (menaati perintah-Nya) dan mengasihi sesama (termasuk teman-teman, keluarga, bahkan orang yang nggak kita kenal). Ketika kita hidup seperti itu, hidup kita akan jadi saluran berkat dan kebenaran Tuhan, menghasilkan buah yang manis bagi kemuliaan-Nya, sama seperti khotbah Paulus di Antiokhia Pisidia. JRSS


Doa: Tuhan Yesus, mampukan kami tinggal dalam kasih dan ketaatan pada perintah-Mu untuk saling mengasihi, agar hidup dan perkataan kami berbuah bagi kemuliaan-Mu. Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Paulus Berkhotbah di Antiokhia Pisidia, Kasihilah Seorang akan yang Lain

Paulus Berkhotbah di Antiokhia Pisidia, Kasihilah Seorang akan yang Lain Kisah Para Rasul 13:13-43; Yohanes 15:9-17 Hai teman-teman yang ber...