Injil
Sampai di Antiokhia, Damai Sejahtera yang Kristus BerikanKisah
Para Rasul 11:19-26; Yohanes 14:21-31
Hai teman-teman yang semangat! Pernah nggak sih
kalian nge-share sesuatu yang viral atau berita bagus banget,
terus dalam waktu singkat berita itu udah nyebar ke mana-mana? Zaman sekarang
info itu cepat banget nyampainya ya. Nah, bayangin di zaman Alkitab dulu,
sebelum ada internet atau sosmed, gimana caranya kabar baik tentang
Yesus bisa nyebar ke berbagai tempat? Pagi ini kita mau lihat di Kisah Para
Rasul 11:19-26, gimana Injil Sampai di Antiokhia, dan gimana Damai
Sejahtera yang Kristus Berikan (Yohanes 14:21-31) itu jadi kuncinya.
Setelah penganiayaan yang parah di Yerusalem (setelah
Stefanus mati syahid), banyak orang percaya terpencar ke berbagai daerah. Tapi,
penyebaran itu nggak menghentikan mereka memberitakan Injil. Awalnya
mereka cuma cerita ke orang Yahudi aja. Tapi, ada beberapa orang yang sampai ke
Antiokhia (sebuah kota besar) dan mereka berani cerita tentang Yesus juga ke
orang-orang Yunani alias yang bukan Yahudi! Dan apa yang terjadi? Ayat 21
bilang, "Tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi
percaya dan berbalik kepada Tuhan." Gereja di Antiokhia jadi tumbuh
pesat dan jadi gereja penting yang beragam! Ini cerita epic banget
tentang gimana kuasa Injil menyebar.
Terus, apa hubungannya sama Damai Sejahtera? Coba kita lihat
janji Yesus di Yohanes 14:27, "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu.
Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti
yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu."
Yesus ngasih damai sejahtera-Nya buat para murid. Damai ini bukan cuma
nggak ada masalah, tapi ketenangan batin, keyakinan, dan keberanian yang datang
dari hubungan dengan Tuhan. Yesus juga bilang kalau yang taat dan mengasihi
Dia, akan dikasihi Bapa dan Yesus akan menyatakan diri pada mereka (ayat 21,
23). Ini berarti kehadiran Tuhan itu nyata dalam hidup orang percaya!
Teman-teman, orang-orang percaya yang membawa Injil
sampai di Antiokhia itu pasti menghadapi tantangan. Mungkin ada yang nolak,
ngejek, atau bahkan menganiaya. Tapi, mereka bisa tetap berani dan bersukacita
memberitakan kabar baik itu karena mereka punya Damai Sejahtera yang Kristus
berikan. Damai itu bikin mereka nggak gelisah atau gentar. Kehadiran Tuhan
(yang dijanjikan Yesus bagi yang mengasihi dan taat) itu memberi mereka
kekuatan dan membuat Tangan Tuhan menyertai mereka. Seperti mereka, kita
juga dipanggil buat membawa Injil ke "Antiokhia" kita – ke sekolah,
teman-teman, keluarga, atau di dunia online. Mungkin nggak mudah, tapi
kita punya janji yang sama dari Yesus: Damai Sejahtera-Nya dan kehadiran-Nya
menyertai kita. Dengan Damai Sejahtera-Nya, kita punya keberanian dan kuasa
untuk bersaksi tentang kebaikan dan kasih Yesus. Mari kita hidup dalam ketaatan
dan menikmati Damai Sejahtera-Nya, supaya kita bisa jadi alat-Nya membawa Injil
makin luas! JRSS
Doa: Tuhan, berilah kami Damai Sejahtera-Mu agar kami tidak gentar dan berani menjadi pembawa terang Injil-Mu bagi sesama. Amin.
Hai teman-teman yang semangat! Pernah nggak sih
kalian nge-share sesuatu yang viral atau berita bagus banget,
terus dalam waktu singkat berita itu udah nyebar ke mana-mana? Zaman sekarang
info itu cepat banget nyampainya ya. Nah, bayangin di zaman Alkitab dulu,
sebelum ada internet atau sosmed, gimana caranya kabar baik tentang
Yesus bisa nyebar ke berbagai tempat? Pagi ini kita mau lihat di Kisah Para
Rasul 11:19-26, gimana Injil Sampai di Antiokhia, dan gimana Damai
Sejahtera yang Kristus Berikan (Yohanes 14:21-31) itu jadi kuncinya.
Setelah penganiayaan yang parah di Yerusalem (setelah
Stefanus mati syahid), banyak orang percaya terpencar ke berbagai daerah. Tapi,
penyebaran itu nggak menghentikan mereka memberitakan Injil. Awalnya
mereka cuma cerita ke orang Yahudi aja. Tapi, ada beberapa orang yang sampai ke
Antiokhia (sebuah kota besar) dan mereka berani cerita tentang Yesus juga ke
orang-orang Yunani alias yang bukan Yahudi! Dan apa yang terjadi? Ayat 21
bilang, "Tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi
percaya dan berbalik kepada Tuhan." Gereja di Antiokhia jadi tumbuh
pesat dan jadi gereja penting yang beragam! Ini cerita epic banget
tentang gimana kuasa Injil menyebar.
Terus, apa hubungannya sama Damai Sejahtera? Coba kita lihat
janji Yesus di Yohanes 14:27, "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu.
Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti
yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu."
Yesus ngasih damai sejahtera-Nya buat para murid. Damai ini bukan cuma
nggak ada masalah, tapi ketenangan batin, keyakinan, dan keberanian yang datang
dari hubungan dengan Tuhan. Yesus juga bilang kalau yang taat dan mengasihi
Dia, akan dikasihi Bapa dan Yesus akan menyatakan diri pada mereka (ayat 21,
23). Ini berarti kehadiran Tuhan itu nyata dalam hidup orang percaya!
Teman-teman, orang-orang percaya yang membawa Injil sampai di Antiokhia itu pasti menghadapi tantangan. Mungkin ada yang nolak, ngejek, atau bahkan menganiaya. Tapi, mereka bisa tetap berani dan bersukacita memberitakan kabar baik itu karena mereka punya Damai Sejahtera yang Kristus berikan. Damai itu bikin mereka nggak gelisah atau gentar. Kehadiran Tuhan (yang dijanjikan Yesus bagi yang mengasihi dan taat) itu memberi mereka kekuatan dan membuat Tangan Tuhan menyertai mereka. Seperti mereka, kita juga dipanggil buat membawa Injil ke "Antiokhia" kita – ke sekolah, teman-teman, keluarga, atau di dunia online. Mungkin nggak mudah, tapi kita punya janji yang sama dari Yesus: Damai Sejahtera-Nya dan kehadiran-Nya menyertai kita. Dengan Damai Sejahtera-Nya, kita punya keberanian dan kuasa untuk bersaksi tentang kebaikan dan kasih Yesus. Mari kita hidup dalam ketaatan dan menikmati Damai Sejahtera-Nya, supaya kita bisa jadi alat-Nya membawa Injil makin luas! JRSS
Doa: Tuhan, berilah kami Damai Sejahtera-Mu agar kami tidak gentar dan berani menjadi pembawa terang Injil-Mu bagi sesama. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar