Petrus Dibebaskan dari Penjara, Tinggal dalam Kasih-Ku
Kisah Para Rasul 12:6-17; Yohanes 14:23-29
Hai teman-teman yang penuh harapan! Pernah nggak sih kalian ngerasa terpojok atau terjebak dalam situasi yang kayaknya nggak ada jalan keluar? Mungkin lagi punya masalah berat, atau ngerasa dikuasai kebiasaan buruk yang susah ditinggalin, atau ngerasa kayak lagi di dalam "penjara" yang bikin nggak bisa bergerak bebas. Rasanya pasti nggak nyaman dan bikin putus asa ya. Pagi ini, kita mau lihat kisah yang luar biasa di Kisah Para Rasul 12:6-17 tentang gimana Petrus Dibebaskan dari Penjara dengan cara yang mustahil, dan gimana hal ini terhubung sama janji Yesus tentang Tinggal dalam Kasih-Ku di Yohanes 14:23-29.
Di Kisah Para Rasul 12, Petrus lagi dalam situasi yang super bahaya. Dia dipenjara, dirantai di antara dua prajurit, dan ada penjaga-penjaga lain di luar pintu. Herodes berencana mengeksekusinya besok pagi! Secara manusia, ini udah nggak ada harapan sama sekali. Tapi, di tengah malam, malaikat Tuhan datang, kamar penjara jadi terang benderang, rantai di tangan Petrus putus sendiri, dan malaikat itu nuntun dia keluar melewati penjaga-penjaga dan pintu gerbang besi yang terbuka sendiri! Sungguh mukjizat yang bikin geleng-geleng kepala! Petrus sendiri awalnya ngira dia lagi mimpi. Dan ingat, mukjizat ini terjadi waktu gereja lagi berdoa dengan sungguh-sungguh buat dia (Kisah Para Rasul 12:5).
Nah, apa hubungannya sama Tinggal dalam Kasih-Ku? Di Yohanes 14:23, Yesus bilang, "Jikalau seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia." Yesus ngajak kita buat tinggal dalam kasih-Nya. Ini bukan cuma perasaan, tapi dibuktikan dengan menuruti firman-Nya atau memelihara perintah-Nya. Kalau kita ngelakuin itu, janji Yesus luar biasa: Bapa akan mengasihi kita dan mereka (Bapa dan Yesus) akan datang dan diam bersama-sama dengan kita! Artinya, kehadiran Tuhan itu nyata dalam hidup orang yang mengasihi dan taat pada-Nya. Yesus juga janji kasih damai sejahtera-Nya (ayat 27) buat kita yang nggak diberikan dunia.
Teman-teman, mukjizat pembebasan Petrus dari penjara itu adalah bukti nyata kuasa Tuhan bekerja bagi orang-orang yang tinggal dalam kasih-Nya. Petrus adalah murid yang mengasihi Yesus (meskipun pernah jatuh), dan gereja yang mendoakannya adalah komunitas yang hidup dalam kasih Kristus dan saling peduli. Ketika kita tinggal dalam kasih Yesus (mengasihi dan menaati-Nya), kita punya jaminan kehadiran-Nya yang nyata di dalam hidup kita. Kehadiran inilah yang ngasih kita kekuatan, damai sejahtera, dan keyakinan bahwa Tuhan bisa melakukan perkara-perkara yang mustahil dalam hidup kita, bahkan membebaskan kita dari "penjara" apapun yang sedang kita alami, entah itu rasa takut, kebiasaan buruk, atau masalah yang berat. Berdoa sungguh-sungguh (seperti gereja di Acts 12) adalah wujud dari ketergantungan kita pada Tuhan yang hadir dalam kasih-Nya.
Jadi, kalau hari ini kamu merasa terjebak dalam situasi sulit, ingatlah kisah Petrus dan janji Yesus. Jangan putus asa! Aktiflah tinggal dalam kasih Yesus dengan mengasihi Dia (memilih Dia di atas segalanya) dan menaati firman-Nya. Dengan tinggal dalam kasih-Nya, kamu mengalami kehadiran-Nya yang berkuasa. Percayalah, Tuhan yang sanggup bebaskan Petrus dari penjara besi, juga sanggup membebaskanmu dari apapun yang "memenjarakan" hidupmu hari ini. Tinggal dalam kasih-Nya adalah kunci untuk mengalami kuasa dan damai sejahtera-Nya yang membebaskan! JRSS
Doa: Tuhan, mampukan kami tinggal dalam kasih dan ketaatan pada-Mu agar mengalami kuasa kehadiran-Mu yang membebaskan dari setiap 'penjara' hidup. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar